|  SELAMAT DATANG DI WEBSITE BAGIAN PEREKONOMIAN  |  BAGIAN PEREKONOMIAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PACITAN 2017  |
   
 PRESTASI
CSS Menu - Vertical
 PETA LOKASI
 PROGRAM
CSS Menu - Vertical
PROGRAM PENGGUNAAN DBHCHT KABUPATEN PACITAN 2016
 KEGIATAN
CSS Menu - Vertical
Kegiatan DBHCHT Kab. Pacitan 2016
PAMERAN JATIM EXPO DI GRAND CITY SURABAYA
 SUARA ANDA
 LINK / BLOG
CSS Menu - Vertical
 STATISTIK
      KEGIATAN
Kegiatan DBHCHT Kab. Pacitan 2016
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pemanfaatan DBHCHT di Kabupaten Pacitan tahun 2016, maka disusun Pedoman Pelaksanaan, yang secara umum mengatur mekanisme pengelolaan DBHCHT. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan persepsi dan pemahaman dalam pemanfaaan DBHCHT, utamanya oleh satuan kerja yang mendapatkan alokasiDBHCHT.
Pelaksanaan kegiatan tersebut harus disesuaikan dengan prioritas kebutuhan dan karakteristik daerah masing-masing. Adapun uraian hal-hal yang dapa dilakukan untuk masing-masing kegiatan adalah sebagai berikut :
A. Peningkatan Kualitas Bahan Baku
     digunakan unuk peningkatan kualitas bahan baku indusri hasil Tembakau yang melipui :
     1. Standardisasi kualitas bahan baku.
     2. pembudidayaan bahan baku dengan kadar nikotin rendah, meliputi :
         a. Pembinaan, penyediaan, dan pengawasan benih unggul bermutu ;
         b. Pengembangan varietas lokal Tembakau ;
         c. Percontohan intensifikasi Tembakau ;
         d. Revitalisasi Tembakau ekspor ;
         e. Pengendalian penyakit dan hama Tembakau secara terpadu dan ramah lingkungan ;
         f. Bimbingan teknologi budidaya Tembakau ;
         g. Pembinaan usaha tani Tembakau.
     3. Pengembanagan sarana laboratorium uji dan pengembangan metode pengujian.
     4. Penanganan panen dan pasca panen bahan baku, yang meliputi :
         a. Pengembangan teknologi panen dan pasca panen ;
         b. Pengembangan sarana dan prasarana usaha komoditif Tembakau.e
     5. Penguatan kelembagaan kelompok petani Tembakau, yang meliputi :
         a. Pembinaan dan penguatan kelembagaan kelompok tani / gabungan kelompok tani / asosiasi petani Tembakau ;
         b. Fasilitasi kemitraan usaha tani Tembakau ;
         c. Perencanaan areal Tembakau usaha sgribisnis berbasis Tembakau
B. Pembinaan Indusri
     Pembinaan industri dengan titik berat pada pembinaan indusri hasil tembakau yang melipui :
     1. Pendataan mesin/peralatan mesin produksi hasil tembakau (registrasi mesin/peralatan mesin)  
dan memberikan tanda khusus, sekurang-kurangnya mencakup data :
         a. Jumlah mesin/peralatan mesin produksi hasil tembakau (registrasi mesin/peralaan mesin)  dan memberikan tanda khusus ;
         b. Identitas mesin/peralatan mesin produksi hasil tembakau (merk, type, kapasitas, asal negara pembuat) ;
         c. Identitas kepemililkan mesin/peralatan produksi hasil tembakau, dan
         d. Perpindahan kepemilikan mesin/peralaan mesin produksi hasil tembakau.
     2. Penerapan ketentuan terkait Hak Atas Kekayaan Intelekual (HAKI)
         a. Fasilitas perlindungan indikasi geografis tembakau ;
         b. Fasilitas perlindungan varietas tanaman tembakau ;
         c. Fasilitas perlindungan atas paten Tembakau Bawah Naungan (TBN) ;
         d. Fasilitas perlindungan atas label dan merk dagang ;
         e. Fasilitas perlindungan HAKI terhadap merk rokok pada indusri hasil tembakau.
     3. Pembentukan kawasan industri hasil tembakau ;
     4. Pemetaan industri hasil tembakau, merupakan kegiatan mengumpulkan data yang berkaitan             dengan industri hasil tembakau di suatu daerah, sekurang-kurangnya meliputi :
         a. Nama pabik, Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) dan nomor izin  usaha industri ;
         b. Lokasi/alamat pabrik (jalan/desa, kota/kabupaten dan provinsi) ;
         c. Realisasi produksi ;
         d. Wilayah pemasaran ;
         e. Jumlah, merk, type dan kapasitas mesin/peralatan mesin produksi hasil tembakau ;
         f. Jumlah alat linting ;
         g. Asal daerah bahan baku (Tembakau dan Cengkeh).
     5. Kemitraan Usaha Kecil menengah (UMKM) dan usaha besar dalam pengadaan bahan baku ;
     6. Pengembangan industri hasil tembakau dengan kadar Nikotin rendah melalui penerapan Good Manufacturing Pratices (GMP)
C. Pembinaan Lingkungan Sosial :
     Pembinaan lingkungan sosial digunakan untuk meminimalkan dampak negative kegiatan                         industri hasil tembakau dari hulu hingga hilir yang meliputi :
     1. Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan hasil tembakau                        dan/atau  daerah penghasil bahan baku indusri hasil tembakau ;
     2. Penerapan manajemen limbah industri hasil tembakau yang mengacu pada Analisis Dampak                  Lingkungan (AMDAL) ;
     3. Penetapan kawasan tanpa asap rokok dan pengadaan tempat khusus untuk merokok di                            tempat umum ;
     4. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi           penderita akibat dampak asap rokok ;
     5. Penguatan sarana dan prasarana kelembagaan pelatihan bagi tenaga kerja industri hasil tembakau. dan/atau ;
     6. Penguatan ekomomi masyarakat di lingkungan indusri hasil tembakau dalam rangka pengentasan  kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan mendorong perumbuhan ekonomi daerah.
D. Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai
     Sosialisasi ketentuan di bidang cukai ini sasarannyan adalah masyarakat umum, yang bertujuan             agar  masyarakat mengetahui, memahami, dan memauhi ketentuan di bidang cukai. Sosialisasi                ketentuan di bidang cukai dapat dilaksanakan melalui penyuluhan, seminar, forum diskusi atau              dialog interakif, penyebaran pamphlet, brosur, leaflet, spanduk, stiker, billboard, dan lain-lain, serta       penayangan iklan layanan masyarakat.
E. Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal
     Upaya ang dilakukan dalam pemberantasan barang kena cukai ilegal dilakukan melalui :
     1. Pengumpulan informasi hasil tembakau yang dilekati pita cukai palsu di peredaran atau tempat penjualan eceran ;
     2. Pengumpulan informasi hasil tembakau yang idak dilekati pita cukai peredaran atau tempat penjualan eceran.
               Melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut diatas diharapkan dapat memberikan fasilitas berupa upaya-upaya pelatihan mata pencaharian alternatif bagi bagi tenaga kerja di bidang indusri hasil tembakau, pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong perumbuhan ekonomi daerah. Selain iu, dengan mempertimbangkan dampak dalam jangka panjang, kebijkan pelaksanaan pemanfaatan DBHCHT diprioriaskan pada bidang kesehatan, dengan sasaran pada terpenuhinya sarana dan prasarana perlindungan bagi masyarakat yang terkena dampak asap rokok.
© 2013 - 2017 Bagian Adm. Perekonomian Pemerintah Kabupaten Pacitan